Tampilkan postingan dengan label Agenda Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agenda Desa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 November 2016

Toyomarto: “Terapkan Sistem Administrasi Posyandu Secara Tertib”


Lomba Administrasi Kader Posyandu

Raut bahagia terpancar dari wajah Ibu-ibu kader Posyandu Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari. Pada pagi hari ini, rabu 23/11/2016 bertempat di Aula Kantor Desa Toyomarto, untuk berkompetisi dalam bidang administrasi posyandu yang dilakukan setiap dua tahun kali ini diikuti oleh 9 tim kader posyandu, antara lain;

1. Kader Posyandu Cendrawasih I Dusun Bodean Krajan
2. Kader Posyandu Cendrawasih II Dusun Ngujung
3. Kader Posyandu Cendrawasih III Dusun Ngujung
4. Kader Posyandu Cendrawasih IV Dusun Sumberawan
5. Kader Posyandu Cendrawasih V Dusun Sumberawan
6. Kader Posyandu Cendrawasih VI Dusun Bodean Putuk
7. Kader Posyandu Cendrawasih VII Dusun Glatik
8. Kader Posyandu Cendrawasih VIII Dusun Petungwulung
9. Kader Posyandu Cendrawasih IX Dusun Wonosari





Tujuan diadakan Lomba Posyandu ini untuk mengoptimalisasi fungsi Posyandu sebagai ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang mencakup 5 fungsi pelayanan yaitu pemantauan, pertumbuhan, penyuluhan gizi dan kesehatan, imunisasi, pelayanan KB dan pelayanan kesehatan dasar.


Hj.Titin Solekah,S.Tr.Keb ( Bidan Desa Toyomarto )


Tim Juri
( Ibu Siti Jumarokh,Amd.Keb , Ibu Hj.Sumaiyah. S.ST , Ibu Hermin Amd, Gizi )

",menurut Ibu Hj Titin Sholekah selaku bidan desa yang menyelenggaran acara tersebut, untuk penilaian tidak banyak yang berubah, seperti tahun sebelumnya, juri terdiri dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Singosari , Staf dari Puskesmas Ardimulyo dan Bandan KB Kecamatan Singosari dengan kriteria penilaiannya akan dilihat kerapian administrasi yang bagus. Suatu administrasi bagus mencakup kelembagaan Posyandu, pengelolaan Posyandu serta kelengkapan administrasi. Tidak hanya itu, juri akan menanyakan tentang Program inovasi dan lima pelayanan di Posyandu. Penilaian terhadap kemampuan kader, susunan dan peran Posyandu dalam masyarakat.

Tim terbaik kader posyandu tahun 2016 Desa Toyomarto

“,Menurut Ibu Sunarsih sebagai Ketua Kader Posyandu Cendrawasih I Desa Toyomarto untuk berbagi kisah mengenai pengalamannya, ia pun dengan senang berbagi suka dukanya selama menjadi kader Posyandu. Dirinya maupun para kader Posyandu lainnya memang harus dituntut sabar saat menghadapi orang tua Balita yang bermacam-macam wataknya, bahkan ada yang cenderung apatis terhadap Posyandu.
“Yang menyakitkan hati kalau dengan ibu Balita yang kurang sadar dengan adanya Posyandu, seperti pernah ada yang mengatakan ‘Walah,, gae opo nang Posyandu, Red)’,” ujar Ibu Sunarsih  menirukan orang tua Balita yang tidak mau membawa anaknya ke Posyandu.
Namun, tutur Ibu Sunarsih, itu hanya segelintir kisah duka dibandingkan dengan melimpahnya kisah suka yang dialaminya saat pertama kali menjadi kader Posyandu hingga sekarang. “Banyak ilmu yang saya dapat setelah saya menjadi kader Posyandu. Seperti berbagai pelatihan mengenai Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bagi ibu yang baru melahirkan, pemberian ASI Eksklusif, hingga pengetahuan yang didapat saat keseharian menjadi kader Posyandu,” tukasnya.
Sejak terpilih menjadi ketua Kader Posyandu, Ibu Sunarsih selalu melakukan inovasi untuk memajukan Posyandunya. Seperti adanya kunjungan dari rumah ke rumah, terutama kepada orang tua Balita yang tidak datang ke Posyandu. Meski terbilang sederhana, adanya kunjungan rumah ini diakui berdampak besar bagi kesadaran orang tua Balita. “Mereka merasa diajeni (dihargai, Red) saat saya berkunjung ke rumah, sehingga bulan depannya orang tua Balita akhirnya aktif memeriksakan perkembangan anaknya ke Posyandu,” tutur wanita yang juga menjabat sebagai Ibu RW ini.
“Mungkin selain inovasi, Posyandu kami juga menerapkan sistem administrasi dan dokumentasi Posyandu secara tertib dan jelas.” 
Memang, ia menerapkan sistem administrasi dan dokumentasi Posyandu secara teratur. Tidak hanya administrasi mengenai kunjungan Balita dan tumbuh kembangnya saja, namun segala hal yang berkaitan dengan Posyandu harus tertera jelas di buku administrasinya.

“Seperti pelatihan-pelatihan yang seringkali kita ikuti, harus jelas pembukuannya, seperti siapa saja kader yang mengikuti pelatihan, pelatihan tentang apa, hingga dokumentasi kegiatan seperti sertifikat pelatihan dan juga disertai tanda tangan dari narasumbernya. Jadi pelaporan administrasinya ini jelas.

Toyomarto, 23, Nopember 2016
PemDes
Share:

Rabu, 03 Agustus 2016

Hari Bakti TNI 69 Lanud Abdulrachman Saleh dan Pemerintahan Desa Toyomarto

Dalam rangka Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke 69 “ LANUD ABDULRACHMAN SALEH” Minggu,tanggal 31 Juli 2016 bertempat di Balai Desa Toyomarto yang dihadiri oleh Jajaran TNI Lanud Abdulrachman Salah, Staf Pemerintah Kabupaten Malang dan Muspika Kecamatan Singosari saat melakukan kegiatan bakti sosial pengobatan gratis untuk masyarakat Desa Toyomarto Kegiatan ini dibuka pukul 08:00 WIB oleh komandan Lanud Abdulrachman Saleh “Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, SE” dilanjutkan sambutan dari ketua persatuan warga tiong hoa Malang Raya dan yang terakhir sambutan dari Staf Pemerintah Kabupaten Malang dalam kali ini mewakili bapak Bupati Malang H RENDRA KRESNA yang pada pagi itu tidak bisa hadir. Untuk kegiatan bakti sosial tersebut dengan memberikan pengobatan gratis kepada 1.000 warga Masyarakat Desa Toyomarto.



Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, SE


Penyerahan bibit pohon oleh Marsma TNI H. RM. Djoko Senoputro, SE kepada Bapak Kepala Desa Toyomarto sebagai tanda dimulainya acara bakti sosial.

Kegiatan bakti sosial ini mencakup pemeriksaan dan pengobatan umum, cabut dan tambal gigi, pijat refleksi, pemeriksaan mata katarak dan Terapi tulang belakang. Terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini tercipta atas inisiatif dari LANUD ABDULRACHMAN SALEH dan Pemerintah Desa Toyomarto ,Kerjasama ini pun tentunya tidak lepas dari bantuan para relawan dari masing-masing pihak terkait yang menyelenggarakan kegiatan bakti sosial ini. Persatuan Warga Tiong Hoa Malang Raya pun ikut andil dalam acara tersebut.


Foto Bersama Jajaran Lanud TNI Abdulrachman Saleh,Para Dokter Ahli, Pemerintah Kabupaten Malang dan Muspika Kecamatan Singosari

Dengan diadakannya kegiatan bakti sosial ini, tentunya perlu sosialisasi kepada masyarakat Desa Toyomarto. Sosialisasi tersebut dilakukan dengan cara membagikan kupon di setiap rumah, pengumuman melalui posyandu, dan pemberitahuan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah warga. Dan ternyata, sosialisasi yang dilakukan oleh para pihak terkait dari Pemerintah Desa Toyomarto dan kader-kader lainnya membuahkan hasil yang memuaskan.


Bapak Kepala Desa dan Masyarakat Desa Toyomarto.


Anggota TNI Abdulracman Saleh saat membantu ibu-ibu ke ruang periksa.


Pemeriksaan Oleh Dokter Ahli


Pemeriksaan Mata

Pengobatan gratis ini diberikan secara cuma-cuma untuk 1000 orang, Dengan diberikannya pengobatan gratis ini, tentunya warga tidak perlu khawatir lagi untuk membayar obat yang mereka tebus. Karena pengobatan gratis ini sudah termasuk pemeriksaan dan obat ataupun vitamin.


Pendaftaran Peserta Pengobatan oleh Anggota TNI Abdulracman Saleh.

Penyelenggara sangat puas dan senang dengan kegiatan bakti sosial ini. Karena dengan semangat mereka walaupun terlihat cape dan lelah, tapi mereka sangat berantusias dalam membantu memberikan pendaftaran gratis ini. Mereka yang masing-masing berada di meja pendaftaran, meja pemeriksaan, dan tempat pemberian obat tidak henti-hentinya memeriksa warga yang terus berdatangan hingga siang hari. semua warga yang pada pagi itu datang mengikuti pengobatan gratis sangat senang dan berterimakasih atas terselenggaranya acara tersebut. Dari jumlah kupon yang telah diberikan, ternyata masih banyak warga yang tidak mendapatkan kupon tetapi ikut serta dan antusias dan sangat senang dengan hasil yang cukup memuaskan, walaupun tidak seluruh warga bisa mengikutinya setidaknya mereka sangat berterimakasih atas terselenggaranya bakti sosial ini.


Antrian warga untuk pemeriksaan

Bagi para pihak terkait khususnya “ LANUD ABDUL RACHMAN SALEH” dalam acara bakti sosial ini, kami dari pemerintah Desa Toyomarto juga mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya pengobatan gratis ini, atas bantuannya yang telah diberikan pada Masyarakat Desa Toyomarto. Semoga di lain kesempatan, kita dapat melakukan kerjasama ini lagi dan tetap menjalin hubungan yang baik.


Sampai jumpa semuanya, sampai bertemu kembali di lain kesempatan . . .
Share:

Kamis, 30 Juni 2016

PENCAIRAN DANA DESA TOYOMARTO TAHUN 2016

Anggaran pemerintah yang diberikan kepada desa Toyomarto terkait Dana Desa adalah untuk fasilitas pembangunan dan pemberdayaan desa sebagai salah satu lembaga yang andil dalam format kepemerintahaan. Desa Toyomarto sudah menggunakan dana tersebut dan di alokasikan sebagai mana mestinya sesuai dengan undang undang dan ketentuan yang berlaku yang telah ditetapkan. Sehingga dengan Dana Desa tersebut mampu meningkatkan pembangunan desa, partisipasi masyarakat dalam memberdayakan dan mengimplementasikan bantuan tersebut untuk kedepan.Anggaran dana Desa tahun ini, Rp.1.315.837.411,- meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, Dana Desa tahun ini dibagi dalam dua tahap, dengan pembagian 60 persen dan 40 persen, dimana tahap pertama terjadi keterlambatan, tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemrintah pusat yakni pada bulan April dikarenakan untuk pemenuhan persyaratan pencairan masih belum terselesaikan karena kami pemerintah Desa Toyomarto masih menyesuaikan dengan regulasi baru dengan menggunakan Aplikasi SISKEUDES dari BPKP Propinsi Jawa Timur , tahap pertama jadi turun pada bulan juni dan sudah dicairkan untuk masing-masing TPK. Dalam proses pengelolaannya atau pengunaan dana desa tersebut kita perlu dukungan dan pengawasan dari semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten Malang, tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga masyarakat Desa Toyomarto, sehingga dimanfaatkan dengan baik, tepat sasaran dan sesuai peruntukan. Dana desa ini tujuannya untuk memperkuat pembangunan di desa, mulai dari infrastruktur, Saluran Irigasi, Jalan Desa dan Rehab Gedung Taman Posyandu. Jangan sampai pengelolaannya tidak tepat, belanjanya harus sesuai, sehingga perlu pengawasan dari semua pihak untuk proses pekerjaannya.
Share:

Rabu, 29 Juni 2016

PENYUSUNAN APBDes DESA TOYOMARTO TAHUN 2016

Desa Toyomarto memiliki kerangka berpikir sistematis, terarah dan terukur dalam rangka mewujudkan masyarakat desa yang mandiri, sejahtera dan berkeadilan sosial. Untuk itu pemerintah Desa Toyomarto membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa atau yang disingkat dengan RPJM Desa yang mengacu pada RPJM Kabupaten Malang. RPJM Desa adalah Rencana Kegiatan Pembangunan Desa untuk jangka waktu 6 (enam) tahun.



APLIKASI SISKEUDES

Dalam penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APB Desa atau APBDes), Desa Toyomarto menggunakan Aplikasi (SISKEUDES) Sistem Keuangan Desa yang di keluarkan oleh BPKP Propinsi Jawa Timur. Supanji,S.Ag selaku Sekretaris Desa Toyomarto, PK Anas Fachrudin dan Eva Sutanti Bendahara Desa Toyomarto dengan di dampingi oleh Staf Ahli dari Kecamatan Singosari, Dalam pengelolaan Keuangan Desa sebagai rangkaian kegiatan, diawali dengan kegiatan Perencanaan, yaitu penyusunan APB Desa. Dengan demikian, penting untuk memahami secara tepat berbagai aspek APB Desa: fungsi, ketentuan, struktur, sampai mekanisme penyusunannya.



DANA DESA TAHUN 2016 DESA TOYOMARTO

penyusunan APB Desa (APBDes) berdasar pada RKPDesa, yaitu rencana pembangunan tahunan yang ditetapkan dengan Peraturan Desa (Perdes). APBDesa yang ditetapkan dengan Peraturan Desa atau Perdes, merupakan dokumen rencana kegiatan dan anggaran yang memiliki kekuatan hukum.
Share:

Selasa, 28 Juni 2016

Posyandu Balita Desa Toyomarto

Suasana Posyandu Balita Desa Toyomarto


Dalam kegiatan ini terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan serta tugas dan tanggung jawab adalah sebagai berikut :

1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)

a. Pelayanan yang dilakukan untuk Ibu Hamil mencakup :

1) Penimbangan berat badan dan pemberian tablet besi yang dilakukan oleh kader kesehatan.
2) Meningkatkan kesehatan ibu hamil diselenggarakan melalui kegiatan kelompok ibu hamil antara lain:

Penyuluhan tanda bahaya ibu hamil, persiapan persalinan, persiapan menyusui, KB dan gizi
Ø     Perawatan payudara dan pemberian ASI
Ø     Peragaan pola makan ibu hamil
Ø     Senam ibu hamil

b. Ibu Nipas dan Menyusui

Pelayanan yang diselenggarakan untuk ibu nipas dan menyusui mencakup :
1) Penyuluhan kesehatan, ASI, dan gizi Ibu Hamil.
2) Pemberian Vitamin A dan tablet hamil
3) Perawatan Payudara
4) Senam ibu nifas
5) Pemeriksaan kesehatan
c. Bayi dan Anak Balita
1) Penimbangan berat badan
2) Penentuan status pertumbuhan
3) Penyuluhan
4) Pemeriksaan kesehatan sedini mungkin

2. Keluarga Berencana (KB)
Pelayanan KB di Posyandu yang dapat dilaksanakan oleh kader adalah pemberian kondom dan pemberian pil ulangan. Jika ada tenaga kesehatan puskesmas dilakukan suntikan KB dan konseling KB. Jika tersedia ruangan dan perlatan peralatan yang menunjang dilakukan pemasangan IUD.

3. Imunisasi
Pelayanan imunisasi di Posyandu hanya dilaksanakan apabila ada petugas Puskesmas. Jenis imunisasi yang diberikan disesuaikan dengan program, baik terhadap bayi dan balita maupun terhadap ibu hamil.


4. Gizi
Pelayanan gizi di Posyandu dilakukan oleh kader. Sasarannya adalah bayi, balita, ibu hamil dan WUS. Jenis pelayanan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, deteksi dini gangguan pertumbuhan, penyuluhan gizi, pemberian PMT, pemberian Vitamin A, dan pemberian sirup Fe. Pemberian tablet besi untuk ibu hamil dan nipas serta kapsul yudium di daerah gondok endemik.

5. Pencegahan dan Penanggulangan Diare
Pencegahan diare di posyandu dilakukan antara lain dengan penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).



Foto Kegiatan



Share:

Posyandu Lansia Desa Toyomarto

Suasana Posyandu Lansia Desa Toyomarto

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan

Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.
Posyandu lansia / kelompok usia lanjut adalah merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan bersumber daya masyarakat atau /UKBM yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan itu sendiri khususnya pada penduduk usia lanjut. Pengertian usia lanjut adalah mereka yang telah berusia 60tahun keatas.

Tujuan Posyandu Lansia

Tujuan pembentukan posyandu lansia secara garis besar antara lain :
a. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
b. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.

Sasaran Posyandu Lansia 
1. Sasaran langsung
Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun)
Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas)
Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas)
2. Sasaran tidak langsung
Keluarga dimana usia lanjut berada
Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut
Masyarakat luas
Mekanisme Pelayanan Posyandu Lansia
Berbeda dengan posyandu balita yang terdapat sistem 5 meja, pelayanan yang diselenggarakan dalam posyandu lansia tergantung pada mekanisme dan kebijakan pelayanan kesehatan di suatu wilayah kabupaten maupun kota penyelenggara. Ada yang menyelenggarakan posyandu lansia sistem 5 meja seperti posyandu balita, ada juga hanya menggunakan sistem pelayanan 3 meja, dengan kegiatan sebagai berikut :
- Meja I : pendaftaran lansia, pengukuran dan penimbangan berat badan dan atau tinggi badan
- Meja II : Melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT). Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini.
- Meja III : melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok gizi.
Kendala Pelaksanaan Posyandu Lansia
Beberapa kendala yang dihadapi lansia dalam mengikuti kegiatan posyandu antara lain :
a. Pengetahuan lansia yang rendah tentang manfaat posyandu. 
Pengetahuan lansia akan manfaat posyandu ini dapat diperoleh dari pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Dengan pengalaman ini, pengetahuan lansia menjadi meningkat, yang menjadi dasar pembentukan sikap dan dapat mendorong minat atau motivasi mereka untuk selalu mengikuti kegiatan posyandu lansia
b. Jarak rumah dengan lokasi posyandu yang jauh atau sulit dijangkau
Jarak posyandu yang dekat akan membuat lansia mudah menjangkau posyandu tanpa harus mengalami kelelahan atau kecelakaan fisik karena penurunan daya tahan atau kekuatan fisik tubuh. Kemudahan dalam menjangkau lokasi posyandu ini berhubungan dengan faktor keamanan atau keselamatan bagi lansia. Jika lansia merasa aman atau merasa mudah untuk menjangkau lokasi posyandu tanpa harus menimbulkan kelelahan atau masalah yang lebih serius, maka hal ini dapat mendorong minat atau motivasi lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan demikian, keamanan ini merupakan faktor eksternal dari terbentuknya motivasi untuk menghadiri posyandu lansia.

c. Kurangnya dukungan keluarga untuk mengantar maupun mengingatkan lansia untuk datang ke posyandu.

Dukungan keluarga sangat berperan dalam mendorong minat atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia. Keluarga bisa menjadi motivator kuat bagi lansia apabila selalu menyediakan diri untuk mendampingi atau mengantar lansia ke posyandu, mengingatkan lansia jika lupa jadwal posyandu, dan berusaha membantu mengatasi segala permasalahan bersama lansia.

c. Sikap yang kurang baik terhadap petugas posyandu.

Penilaian pribadi atau sikap yang baik terhadap petugas merupakan dasar atas kesiapan atau kesediaan lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu. Dengan sikap yang baik tersebut, lansia cenderung untuk selalu hadir atau mengikuti kegiatan yang diadakan di posyandu lansia. Hal ini dapat dipahami karena sikap seseorang adalah suatu cermin kesiapan untuk bereaksi terhadap suatu obyek. Kesiapan merupakan kecenderungan potensial untuk bereaksi dengan cara-cara tertentu apabila individu dihadapkan pada stimulus yang menghendaki adanya suatu respons

Bentuk Pelayanan Posyandu Lansia 

Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi.
Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia seperti tercantum dalam situs Pemerintah Kota Jogjakarta adalah: 
a. Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya.
b. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit.
c. Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).
d. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit.
e. Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat
f. Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus)
g. Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal.
h. Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. dan
i. Penyuluhan Kesehatan.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran.

Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan, sarana dan prasarana penunjang, yaitu: tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tempat terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan laboratorium sederhana, thermometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) lansia
Share:

Copyright © Desa Toyomarto, Singosari, Malang (Official Page) | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Blogger Templates20